Sabtu, 04 Maret 2017

go to Success

Sukses

Kesuksesan yang sejati sehati bukanlah perkara mudah untuk bisa diraih seketika. Mungkin kali ini aku baru sadar dan baru mengetahui begini cara orang yang berusaha meraih sukses yang sebenarnya.

         Sukses yang dimulai dari titik atau angka nol hingga mencapai angka 99. Mengapa tidak angka 100 karena tidak ada 1 orang pun yang bisa sukses hingga mencapai angka 100 di dunia ini. Setiap orang pasti mengalami suatu bentuk kegagalan ketika menuju, memproses, menjalani suatu kesuksesan sehingga tidak ada orang sukses sempurna.  Ada banyak orang yang menyatakan bahwa kesuksesan itu penuh dengan perjuangan dan pengorbanan. Iya memang ku akui bahwa semua itu benar, semua yang ingin sukses pasti memerlukan perjuangan dan pengorbanan yang di sertai kesabaran dan keikhlasan apabila gagal. Sebenarnya gagal adalah kemenangan yang tertunda atau Tuhan memiliki rencana yang  lebih baik lagi.

      Perjalanan awal ini di mulai dari aku hidup sebagai anak rantau di kota orang belum ke negeri orang mungkin suatu saat dan merupakan impian ku.  Mengapa aku tidak memulai merangkai katanya dari TK atau SD di mana awal membentuk sebuah cita-cita dan mimpi yang beribu-ribu diantara bintang dimana di mulai belajar menuntut ilmu di sekolah.. mungkin tidak mungkin lagi tapi pada kenyataan aku memang baru sadar dari semua masa yang  telah aku lewati terutama masa merajut pendidikan yang dimulai dari 1 SD hingga kelas 12 SMA itu masih masa yang aman saja bagi ku. Pada masa SD aku tidak tergolong anak yang pintar yang biasanya selalu masuk 5 besar, namun dikatakan akan yang bodoh tidak juga karena aku selalu masih bisa masuk 10 besar. Yaa bisa dikatakan terkadang pintar terkadang tidak. Terkadang pintar terkadang tidak itu biasanya hanya disebabkan rasa malas yang sudah menjadi faktor utama di dalam diriku. Rasa malas ini juga bukan malas untuk mengerjakan PR atau tidak masuk sekolah ketika hari hujan.  Bukannya sombong atau bangga aku selalu mencoba mengutamakan mengerjakan PR dan tidak pernah ada kata malas untuk pergi ke sekolah walaupun hari hujan deras akan aku tempuh. Malas yang aku maksud adalah malas berpikir yang menguras rasa tenaga dan otak ku. Aku aku paling suka   menyerah apabila ada soal ulangan atau PR  yang sama sekali aku tidak mengerti bagaimana, maksud, dan apalah sebagainya apalagi kalau menggunakan rumus.  Aku seringkali tidak lulus mata mata pelajaran matematika dan selalu ikut remedial baru lulus. Walaupun dengan berbagai cara aku terapkan dan berbagai rumus sudah di gunakan sekali aku tidak suka pelajaran itu maka sulit membuatku untuk jatuh cinta pada matematika terkecuali karena gurunya. Seringkali  aku hanya berdoa dan menjawab soal yang seperti itu hanya dengan berdoa dan memilih sesuai dengan pilihan hati.. hingga menunggu keajaiban yang datang.


            Tetap berusaha berpikir namun IQ sepertinya tidak mendukung, belum mencapai dan pada akhirnya menyerah dengan jalan akhir hanya berdoa kepada Yang Maha Kuasa Pencipta segalanya, menyerah dan tutup buku atau kumpul jawaban seadanya. Hal ini lah yang sudah menjadi tradisi ku dari SD, SMP, SMA, bahkan hingga aku duduk di bangku kuliah dan saat ini semester 6 masih aku terapkan. Dan Alhamdulillah aku selalu bersyukur cara ini terkadang cukup memuaskan dan terkadang tidak juga, semua tergantung keajaiban yang mendukung aksi kita atau tidak. Aku juga sering kali memberikan quotes  kepada teman-teman dekat ku ketika mereka seringkali menyesal yang selalu datang belakangan, karena sudah melakukan kesalahan dalam menjawab soal dan takut tidak lulus atau tuntas. Quotes yang ku berikan bahwa nilai itu hanya dosen, guru dan Tuhan yang tahu apa yang akan terjadi terima saja itulah nilai kita.  Lulus tidak lulus, menurut ku itu semua sudah jalan yang terbaik yang harus tetap kita lewati supaya kehidupan lebih berwarna jalani terus, bersabar dan ikhlas akan semua peran yang harus kita jalani di dunia ini. Apabila kamu merasa gagal mungkin Tuhan ingin menunjukan kepada mu bagaimana rasa kecewa dan supaya kamu terlatih untuk bersabar tidak emosional yang selalu menjadi bagian pertama yang muncul ketika seseorang kecewa. Hidup itu selalu ada warna ada rasa nikmatilah semua itu hingga sukses datang menghampiri diri mu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar