Sukses
Kesuksesan
yang sejati sehati bukanlah perkara mudah untuk bisa diraih seketika. Mungkin kali
ini aku baru sadar dan baru mengetahui begini cara orang yang berusaha meraih
sukses yang sebenarnya.
Sukses yang dimulai dari titik atau angka nol
hingga mencapai angka 99. Mengapa tidak angka 100 karena tidak ada 1 orang pun
yang bisa sukses hingga mencapai angka 100 di dunia ini. Setiap orang pasti
mengalami suatu bentuk kegagalan ketika menuju, memproses, menjalani suatu
kesuksesan sehingga tidak ada orang sukses sempurna. Ada banyak orang yang menyatakan bahwa kesuksesan
itu penuh dengan perjuangan dan pengorbanan. Iya memang ku akui bahwa semua
itu benar, semua yang ingin sukses pasti memerlukan perjuangan dan pengorbanan
yang di sertai kesabaran dan keikhlasan apabila gagal. Sebenarnya gagal adalah
kemenangan yang tertunda atau Tuhan memiliki rencana yang lebih baik lagi.
Perjalanan awal ini di mulai dari aku
hidup sebagai anak rantau di kota orang belum ke negeri orang mungkin suatu
saat dan merupakan impian ku. Mengapa aku
tidak memulai merangkai katanya dari TK atau SD di mana awal membentuk sebuah
cita-cita dan mimpi yang beribu-ribu diantara bintang dimana di mulai belajar
menuntut ilmu di sekolah.. mungkin tidak mungkin lagi tapi pada kenyataan aku
memang baru sadar dari semua masa yang
telah aku lewati terutama masa merajut pendidikan yang dimulai dari 1 SD
hingga kelas 12 SMA itu masih masa yang aman saja bagi ku. Pada masa SD aku
tidak tergolong anak yang pintar yang biasanya selalu masuk 5 besar, namun
dikatakan akan yang bodoh tidak juga karena aku selalu masih bisa masuk 10
besar. Yaa bisa dikatakan terkadang pintar terkadang tidak. Terkadang pintar
terkadang tidak itu biasanya hanya disebabkan rasa malas yang sudah menjadi
faktor utama di dalam diriku. Rasa malas ini juga bukan malas untuk mengerjakan PR atau tidak masuk sekolah ketika hari hujan. Bukannya sombong atau bangga aku selalu
mencoba mengutamakan mengerjakan PR dan tidak pernah ada kata malas untuk pergi
ke sekolah walaupun hari hujan deras akan aku tempuh. Malas yang aku maksud
adalah malas berpikir yang menguras rasa tenaga dan otak ku. Aku aku paling suka
menyerah apabila ada soal ulangan atau PR yang sama sekali aku tidak mengerti bagaimana, maksud, dan apalah sebagainya apalagi kalau menggunakan rumus. Aku seringkali tidak lulus mata mata
pelajaran matematika dan selalu ikut remedial baru lulus. Walaupun dengan
berbagai cara aku terapkan dan berbagai rumus sudah di gunakan sekali aku tidak
suka pelajaran itu maka sulit membuatku untuk jatuh cinta pada matematika
terkecuali karena gurunya. Seringkali aku hanya berdoa dan menjawab soal yang
seperti itu hanya dengan berdoa dan memilih sesuai dengan pilihan hati.. hingga
menunggu keajaiban yang datang.
Tetap berusaha berpikir namun IQ
sepertinya tidak mendukung, belum mencapai dan pada akhirnya menyerah dengan
jalan akhir hanya berdoa kepada Yang Maha Kuasa Pencipta segalanya, menyerah dan
tutup buku atau kumpul jawaban seadanya. Hal ini lah yang sudah menjadi tradisi
ku dari SD, SMP, SMA, bahkan hingga aku duduk di bangku kuliah dan saat ini
semester 6 masih aku terapkan. Dan Alhamdulillah aku selalu bersyukur cara ini
terkadang cukup memuaskan dan terkadang tidak juga, semua tergantung keajaiban
yang mendukung aksi kita atau tidak. Aku juga sering kali memberikan quotes kepada teman-teman dekat ku ketika mereka
seringkali menyesal yang selalu datang belakangan, karena sudah melakukan
kesalahan dalam menjawab soal dan takut tidak lulus atau tuntas. Quotes yang ku
berikan bahwa nilai itu hanya dosen, guru dan Tuhan yang tahu apa yang akan
terjadi terima saja itulah nilai kita.
Lulus tidak lulus, menurut ku itu semua sudah jalan yang terbaik yang
harus tetap kita lewati supaya kehidupan lebih berwarna jalani terus, bersabar
dan ikhlas akan semua peran yang harus kita jalani di dunia ini. Apabila kamu
merasa gagal mungkin Tuhan ingin menunjukan kepada mu bagaimana rasa kecewa dan
supaya kamu terlatih untuk bersabar tidak emosional yang selalu menjadi bagian
pertama yang muncul ketika seseorang kecewa. Hidup itu selalu ada warna ada
rasa nikmatilah semua itu hingga sukses datang menghampiri diri mu.



