Rindu
Setiap
manusia yang terlahir dan di beri kesempatan untuk di besarkan dan tumbuh di
dunia ini pasti memiliki rasa rindu di relung hatinya yang ter dalam. Rindu
bisa terjadi kepada siapa saja. Rindu
tak mengenal apakan orang itu kaya, miskin, baik, jahat, cantik, jelek dan lain
sebagainya. Rasa rindu ini akan muncul apabila kita sudah tidak bersama orang
yang kita sayangi terutama karena jarak tempuh yang dapat memisahkan tempat
tinggal atau sudah berbeda alam antara dunia dan akhirat. Apakah makna dari
rindu dan rasa kangen itu sama ??
Didalam
sebuah novel yang telah aku baca karya dari Al
Dhimas & Sylvia L’namira yang berjudul “Terpesona” disana ada bagian yang
menjelaskan bahwa kangen itu buat orang yang kita sayang, tapi kalau rindu buat
orang yang benar-benar kita sayang. Mungkin yang sering aku rasakan saat ini
bisa di katakan sebagai rasa rindu. Rindu yang tercipta karena jarak kilo'an
meter bahkan mil harus terpisah dengan keluarga menjadi perantauan di kota
orang demi cita-cita yang harus ku capai. Aku sering berpikir bahkan
selalu, rindu ini belum seberapa di
bandingkan dengan perpisahan 2 dunia yang berbeda dan tidak tahu kapan akan
bertemu. Rasa syukur itulah yang mampu mengusir kerinduan di hati ini.
Menangis di dalam doa dan ketika bersujud membuatku merasa lebih dekat dengan
orang yang ku rindu kan. Untuk mereka kakek dan nenek ku yang yang sudah berbeda
alam dengan ku mungkin hanya surah-surah pendek yang ku kirimkan kepada mereka
sebagai tanda rindu dan sayang ku untuk mereka.
Air mata ini begitu mudah keluar dan mengaliri kedua pipi
ku bagaikan air yang mengalir di sungai dengan deras apabila teringat
kenangan – kenangan indah ketika bersama kakek dan nenek di masa lalu. Namun
sayang, yang namanya kenangan indah itu hanya bisa terjadi pada masa itu saja dan tidak akan mungkin terulang untuk kedua
kalinya di masa yang berbeda. Seandainya bisa mengulang kenangan indah itu
mungkin rasa rindu itu tidak akan pernah tercipta di dunia ini.
Waktu
itu tak akan pernah berhenti dia akan
selalu berputar dan terus akan berputar untuk melewati masa demi masa di dunia
ini. Kenangan yang indah yang tak akan terulang terus saja melekat di memori ku tanpa aku bisa menghapusnya dan
tak kan pernah ku coba sekali pun untuk menghapusnya. Walaupun kenangan itu
selalu membuat aku menangis dan merasakan rindu yang sangat mendalam di relung
hati ku. Ingin rasanya aku kembali ke masa itu dan memutar waktu menjadi mundur
ke masa di mana kebahagiaan canda dan tawa
terlihat di wajah mereka ketika mereka menyayangi aku sebagai cucunya.
Belaian tangan yang sudah keriput dan hanya ada kulit yang membalut tulang
mereka membelai rambut panjang ku dengan rasa penuh kasih sayang. Kini semua
hanyalah kenangan yang sering muncul apabila aku teringat mereka dan rasa rindu
itu secepat kilat menyapa ku menjelang tidur malam ku. Sering kali di dalam
benak aku berandai-andai jika pada masa masih ada kakek dan nenek ku semua
yang kami lakukan bersama bisa di rekam dengan camera dan di jadikan sebuah CD atau memori card yang bisa ku putar setiap saat ketika rindu menyapa ku, mungkin itu akan
mengurangi rasa rindu atau bahkan sebaliknya, entahlah.
Berputar
untuk membicarakan tentang perpisahan, perpisahan pasti diawali dengan yang
namanya pertemuan. Dua kata ini sudah sepasang dan tak ada seorang pun yang bisa memisahkan mereka,
karena mereka kata abadi yang akan selau ada di kehidupan ini. Seandainya saja
kegiatan pertemuan dan perpisan itu tidak pernah terjadi di muka bumi ini,
mungkin setiap insan manusia yang di lahirkan ke dunia ini tidak akan pernah
merasakan rindu dan tidak akan mengetahui rasa apa rindu itu. Itulah kuasa Sang
Pencipta yang memberikan semua rasa kepada setiap makhluk ciptaaNya yang diataur sedemikian rupa betuk Kehidupan yang
seperti permen nano-nano semua rasa ada. Cobalah selalu bersyukur, ikhas, dan
selalu berusaha mencoba menikmati rasa
apa yang kita rasakan tiap harinya bahkan tiap detik, menit, jam rasa itu bisa
berubah begitu cepat, itulah arti kehidupan


Tidak ada komentar:
Posting Komentar