Sabtu, 25 Februari 2017

miss U

Rindu

                Setiap manusia yang terlahir dan di beri kesempatan untuk di besarkan dan tumbuh di dunia ini pasti memiliki rasa rindu di relung hatinya yang ter dalam. Rindu bisa terjadi kepada siapa saja.  Rindu tak mengenal apakan orang itu kaya, miskin, baik, jahat, cantik, jelek dan lain sebagainya. Rasa rindu ini akan muncul apabila kita sudah tidak bersama orang yang kita sayangi terutama karena jarak tempuh yang dapat memisahkan tempat tinggal atau sudah berbeda alam antara dunia dan akhirat. Apakah makna dari rindu dan rasa kangen itu sama ??
                Didalam sebuah novel yang telah aku baca karya dari Al Dhimas & Sylvia L’namira yang berjudul “Terpesona” disana ada bagian yang menjelaskan bahwa kangen itu buat orang yang kita sayang, tapi kalau rindu buat orang yang benar-benar kita sayang. Mungkin yang sering aku rasakan saat ini bisa di katakan sebagai rasa rindu. Rindu yang tercipta karena jarak kilo'an meter bahkan mil harus terpisah dengan keluarga menjadi perantauan di kota orang demi cita-cita yang harus ku capai. Aku sering berpikir bahkan selalu,  rindu ini belum seberapa di bandingkan dengan perpisahan 2 dunia yang berbeda dan tidak tahu kapan akan bertemu. Rasa syukur itulah yang mampu mengusir kerinduan di hati ini.
Menangis di dalam doa dan ketika bersujud membuatku merasa lebih dekat dengan orang yang ku rindu kan. Untuk mereka kakek dan nenek ku yang yang sudah berbeda alam dengan ku mungkin hanya surah-surah pendek yang ku kirimkan kepada mereka sebagai tanda rindu dan sayang ku untuk mereka.  Air  mata ini  begitu mudah keluar dan mengaliri kedua pipi ku bagaikan air yang mengalir di sungai dengan deras apabila teringat kenangan – kenangan indah ketika bersama kakek dan nenek di masa lalu. Namun sayang, yang namanya kenangan indah itu hanya bisa terjadi pada masa itu saja  dan tidak akan mungkin terulang untuk kedua kalinya di masa yang berbeda. Seandainya bisa mengulang kenangan indah itu mungkin rasa rindu itu tidak akan pernah tercipta di dunia ini.
               
Waktu itu tak akan pernah berhenti  dia akan selalu berputar dan terus akan berputar untuk melewati masa demi masa di dunia ini. Kenangan yang indah yang tak akan terulang terus saja melekat  di memori ku tanpa aku bisa menghapusnya dan tak kan pernah ku coba sekali pun untuk menghapusnya. Walaupun kenangan itu selalu membuat aku menangis dan merasakan rindu yang sangat mendalam di relung hati ku. Ingin rasanya aku kembali ke masa itu dan memutar waktu menjadi mundur ke masa di mana kebahagiaan canda dan tawa  terlihat di wajah mereka ketika mereka menyayangi aku sebagai cucunya. Belaian tangan yang sudah keriput dan hanya ada kulit yang membalut tulang mereka membelai rambut panjang ku dengan rasa penuh kasih sayang. Kini semua hanyalah kenangan yang sering muncul apabila aku teringat mereka dan rasa rindu itu secepat kilat menyapa ku menjelang tidur malam ku. Sering kali di dalam benak aku berandai-andai  jika  pada masa masih ada kakek dan nenek ku semua yang kami lakukan bersama bisa di rekam dengan camera dan di jadikan sebuah CD  atau memori card yang bisa ku putar setiap saat ketika rindu menyapa ku, mungkin itu akan mengurangi rasa rindu atau bahkan sebaliknya, entahlah.

                Berputar untuk membicarakan tentang perpisahan, perpisahan pasti diawali dengan yang namanya pertemuan. Dua kata ini sudah sepasang dan tak  ada seorang pun yang bisa memisahkan mereka, karena mereka kata abadi yang akan selau ada di kehidupan ini. Seandainya saja kegiatan pertemuan dan perpisan itu tidak pernah terjadi di muka bumi ini, mungkin setiap insan manusia yang di lahirkan ke dunia ini tidak akan pernah merasakan rindu dan tidak akan mengetahui rasa apa rindu itu. Itulah kuasa Sang Pencipta yang memberikan semua rasa kepada setiap makhluk ciptaaNya yang  diataur sedemikian rupa betuk Kehidupan yang seperti permen nano-nano semua rasa ada. Cobalah selalu bersyukur, ikhas, dan selalu berusaha  mencoba menikmati rasa apa yang kita rasakan tiap harinya bahkan tiap detik, menit, jam rasa itu bisa berubah begitu cepat, itulah arti kehidupan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar